Selain menyoroti potensi ekonomi dari program MBG, DPRD Samarinda juga mengingatkan pentingnya kemampuan adaptasi di kalangan pelaku usaha.
Helmi menekankan bahwa pengusaha dan pedagang perlu menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi pasar agar dapat menjaga keberlangsungan usahanya.
Salah satu langkah yang dianggap penting adalah pengelolaan stok barang secara lebih terukur agar tidak terjadi penumpukan produk yang sulit terserap pasar.
“Pedagang sebaiknya menyesuaikan stok dengan kebutuhan, jangan sampai menumpuk barang yang tidak terserap pasar,” katanya.
Menurutnya, pengelolaan usaha yang efisien akan membantu pelaku usaha menjaga stabilitas keuangan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
MBG Dinilai Perkuat Rantai Pasok Lokal
DPRD Samarinda melihat Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar program bantuan sosial.
Kebutuhan logistik dan bahan pangan dalam jumlah besar berpotensi menciptakan rantai pasok ekonomi yang melibatkan banyak sektor usaha lokal.
Helmi menyebut program tersebut dapat menjadi peluang bagi para pemasok bahan pangan yang selama ini bergantung pada pasar konvensional.
“Jika program MBG berjalan optimal, kami yakin bisa membantu para pemasok, khususnya pedagang yang sudah lama berusaha namun kini terdampak kondisi pasar,” jelasnya.





