DPC Bojonegoro menekankan bahwa partai Gerindra memiliki mekanisme rekrutmen anggota, kader, dan pengurus yang harus ditaati.
Bergabungnya tokoh besar dari luar tanpa melalui jalur kaderisasi resmi dianggap dapat merusak tatanan organisasi partai dan menimbulkan ketidakadilan bagi kader yang telah berjuang lama.
DPC Gerindra di Kabupaten Pati juga menegaskan bahwa partai dibangun dengan jerih payah sejak awal, sehingga tidak tepat jika ada figur eksternal langsung masuk tanpa proses yang jelas.
5. Kekhawatiran terhadap Citra Partai di Mata Publik
Beberapa DPC menolak kehadiran Budi Arie karena khawatir Gerindra akan dianggap sebagai tempat berlindung bagi orang yang terindikasi bermasalah hukum atau kontroversial.
DPC Bojonegoro menyebut bahwa partai Gerindra perlu menjaga marwah dan kepercayaan publik, sehingga menerima figur yang memiliki catatan kontroversial bisa merugikan citra partai di mata masyarakat luas.
Kesimpulan
Penolakan yang dilakukan oleh banyak DPC Gerindra terhadap bergabungnya Budi Arie Setiadi menunjukkan bahwa mekanisme internal, nilai loyalitas, dan citra publik menjadi pertimbangan utama partai dalam menerima kader baru.
Dengen beberapa alasan DPC gerindra tolak Budi Arie tersebut, terlihat bahwa para kader sangat menjaga marwah partai.
Partai yang memiliki kerangka organisatoris ketat seperti Gerindra tampaknya memilih menjaga struktur dan komitmennya terlebih dahulu sebelum menyetujui figur eksternal. (daf)





