MEGAPOLITIK.COM - Sejak kemerdekaan, posisi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menjadi jabatan kunci yang menentukan arah diplomasi negara.
Sebelum Sugiono menjabat pada tahun 2024, Indonesia dipimpin oleh sejumlah Menteri Luar Negeri yang berperan penting dalam menghadapi tantangan global, memperkuat hubungan bilateral, dan memajukan posisi Indonesia di forum internasional.
Dari era Orde Baru hingga Reformasi, kelima Menteri Luar Negeri terakhir ini memiliki kontribusi besar terhadap kebijakan luar negeri nasional.
1. Retno Marsudi
Retno Marsudi merupakan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia selama sepuluh tahun, mulai dari 27 Oktober 2014 sampai 20 Oktober 2024.
Masa jabatannya sebagai Menlu mencakup dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Ia menjadi Menteri Luar Negeri perempuan pertama di posisi ini dan dikenal atas kepemimpinannya dalam memperkuat peran Indonesia dalam ASEAN, PBB, serta diplomasi multilateral dan bilateral dengan berbagai negara.
Ia memainkan peran penting saat Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB serta saat Indonesia menjabat sebagai Presiden G20 dan Ketua ASEAN.
2. Marty Natalegawa
Marty Natalegawa menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dari 22 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014 dalam Kabinet Indonesia Bersatu II di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri berada dalam periode di mana Indonesia semakin berperan aktif di banyak forum global, termasuk PBB dan ASEAN.





