“Paser Cup Race Open 2025 kemarin menjadi bukti antusiasme masyarakat dan potensi atlet balap lokal bisa terus berkembang di Bumi Daya Taka,” kata Yenni.
Yenni menekankan, keberadaan sirkuit yang memadai tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui ajang kejuaraan dan kegiatan otomotif.
Komunitas balap diharapkan lebih profesional dan memanfaatkan fasilitas resmi, sehingga bakat muda dapat tersalurkan dengan tepat.
Pemkab Paser sendiri terus melengkapi fasilitas pendukung sirkuit, termasuk tribun penonton, area parkir, dan layanan keamanan, untuk memastikan setiap ajang balap berjalan lancar.
Dengan demikian, Kabupaten Paser diharapkan menjadi pusat otomotif terdepan di Kaltim, sekaligus menjadi tempat pembinaan atlet lokal yang profesional.
Langkah ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya dan mengurangi praktik balap liar yang membahayakan pengguna jalan lain.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan komunitas otomotif, dunia balap motor di Paser diprediksi akan semakin maju dan terorganisir, serta menjadi contoh bagi kabupaten lain di Kalimantan Timur. (adv)





