Ihda menjelaskan bahwa es gabus umumnya dibuat dari bahan pangan seperti tepung hunkwe atau sagu, gula, santan atau air, serta pewarna makanan yang telah diizinkan penggunaannya.
Seluruh bahan tersebut tergolong aman selama menggunakan bahan food grade dan tidak dicampur zat tambahan berbahaya.
Ia menekankan bahwa aspek terpenting dalam keamanan jajanan adalah kebersihan selama proses pengolahan serta jenis pewarna yang digunakan.
Pewarna makanan yang tidak sesuai standar justru menjadi risiko yang perlu diwaspadai.
Tekstur Mirip Spons Dijelaskan Secara Ilmiah
Menanggapi anggapan bahwa tekstur es gabus menyerupai spons, Ihda menyebut hal tersebut sebagai proses alami dalam ilmu pangan.
Tekstur kenyal dan berpori pada es gabus muncul akibat proses gelatinisasi pati saat dimasak.
Proses tersebut membentuk struktur gel yang berserat, yang lazim terjadi pada makanan berbahan dasar pati.
“Itu bukan tanda bahan berbahaya. Struktur seperti itu normal pada olahan pati,” jelasnya.





