700 Rumah Direhabilitasi, Target Naik Dua Kali Lipat
Untuk kesejahteraan masyarakat, 700 rumah tidak layak huni direnovasi sepanjang 2025 dengan anggaran sekitar Rp20 miliar.
Pada 2026, jumlah tersebut ditargetkan melonjak menjadi 1.500 unit.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan bahwa rumah layak huni adalah fondasi kehidupan yang bermartabat dan produktif.
Petani dan Nelayan Didorong Naik Kelas
Di sektor pertanian, 1.500 hektare lahan baru dibuka dan 41 kilometer jalan tani dibangun guna memperkuat distribusi dan akses produksi.
Hilirisasi komoditas kelapa dan rempah juga didorong melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia agar petani tidak lagi sekadar menjual bahan mentah, tetapi memperoleh nilai tambah yang lebih besar.
Sementara itu, transformasi pesisir dimulai dari Kampung Nelayan Dufa-Dufa.
Sebanyak 230 kapal dan alat tangkap disalurkan, lengkap dengan akses pembiayaan untuk memperkuat kemandirian nelayan.
Rp700 Miliar untuk Jalan dan Jembatan, Konektivitas Dibuka
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengalokasikan sekitar Rp700 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan.
Pada 2025, delapan unit jembatan dengan total bentangan 145 meter dibangun di sejumlah titik strategis, termasuk Desa Samiki, ruas Labuha-Sawaday, Laiwui-Jikotamo, Sangowo Induk, dan Tolabit-Togoreba Tua.





