Menurutnya, Ketua Umum LPADKT melihat situasi ini berpotensi menjadi “bola liar” jika tidak segera disalurkan melalui ruang ekspresi yang tepat.
“Panggung rakyat ini hadir untuk menyalurkan kegelisahan rakyat dan elit. Jika tidak difasilitasi, perlawanan yang muncul bisa tak terukur,” tegas Jemriantho.
Menutup keterangannya, Jemriantho mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk hadir dan menyuarakan aspirasinya secara damai, konstitusional, dan bermartabat.
“Inilah saatnya rakyat berdiri bersama. Inilah waktunya kita menunjukkan bahwa Kalimantan Timur bukan lumbung yang bisa diperas tanpa diberi haknya,” pungkasnya. (tam)
Baca juga:





