Kamis, 11 Juni 2026

Rahmad Mas’ud Lepas 80 Tukik di Pantai DEB, Isu Perlindungan Pesisir Balikpapan Ikut Mengemuka

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:6

AKSI - Aksi pelepasan puluhan tukik penyu lekang ke habitat alaminya di kawasan Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Balikpapan Selatan/ HO to Megapolitik.com

MEGAPOLITIK.COM -  Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kota Balikpapan ditandai dengan aksi pelepasan puluhan tukik penyu lekang ke habitat alaminya di kawasan Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Balikpapan Selatan.

Sebanyak 80 tukik dilepas ke laut dalam kegiatan yang digagas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan bersama pengelola Pantai DEB, Senin (8/6/2026).

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud hadir langsung memimpin pelepasan tukik tersebut didampingi Ketua TP PKK Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud.

Rahmad memberikan apresiasi atas inisiatif konservasi yang dilakukan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, khususnya habitat penyu yang masih ditemukan berkembang biak di kawasan Pantai DEB.

Puluhan tukik yang dilepas merupakan hasil penetasan telur penyu lekang yang sebelumnya ditemukan di sekitar kawasan pantai tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Kota Balikpapan dr Ratih Kusuma, Manajer Sekretaris Perusahaan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Abdul Ramli, Ketua HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti, perwakilan PT PLN, PT Kutai Refinery Nusantara (KRN), mahasiswa Universitas Balikpapan, Politeknik Negeri Balikpapan, serta sejumlah komunitas pemerhati lingkungan.

Aktivis Lingkungan Dorong Perlindungan Kawasan Pesisir

Usai kegiatan pelepasan tukik, aktivis lingkungan dari Green Earth Community Balikpapan, Paulus Patria Christianto, menyampaikan dukungannya terhadap komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam menjaga kawasan pesisir.

Pria yang akrab disapa Christo itu menilai perlindungan lingkungan pantai perlu menjadi perhatian bersama, termasuk melalui kajian menyeluruh terhadap berbagai aktivitas pembangunan yang berpotensi memengaruhi ekosistem pesisir.

Menurutnya, usulan moratorium maupun peninjauan kembali sejumlah izin lingkungan di kawasan pantai sebaiknya dilakukan berdasarkan kajian akademis dan mempertimbangkan dampak sosial bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya mencari solusi yang mengedepankan prinsip keadilan, kemanusiaan, serta musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kawasan pesisir.

"Menjaga lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lingkungan," ujarnya.

Christo menambahkan pihaknya siap mengawal berbagai kebijakan yang bertujuan menjaga kelestarian wilayah pesisir Balikpapan agar tetap berkelanjutan.

Potensi Wisata Pesisir Dinilai Bisa Tingkatkan PAD

Menurut Christo, kawasan pesisir yang terjaga dengan baik memiliki nilai ekonomi yang besar melalui sektor pariwisata.

Ia menilai pertumbuhan wisata berbasis alam berpotensi menjadi daya tarik investasi sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Karena itu, ia berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas lingkungan, perguruan tinggi, serta perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat terus diperkuat.

Disporapar Ingatkan Pelaku Wisata Tertib Perizinan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Disporapar Kota Balikpapan dr Ratih Kusuma mengingatkan seluruh pelaku usaha wisata di kawasan pesisir agar memenuhi seluruh ketentuan perizinan yang berlaku.

Menurutnya, kepatuhan administrasi menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola sektor pariwisata yang berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Ratih juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berada di bawah pembinaan Disporapar sesuai wilayah domisili masing-masing.

Dengan keterlibatan masyarakat, pengembangan wisata pesisir diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Sementara itu, Rahmad Mas’ud mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan pesisir Balikpapan sebagai aset penting bagi generasi mendatang.

Menurutnya, pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan demi mewujudkan Balikpapan yang maju tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem alam. (***) 

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink