MEGAPOLITIK.COM - Pendapatan Transfer Pusat (PTP) Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan drastis, merosot dari Rp9,33 triliun menjadi hanya Rp3,13 triliun atau turun 66,39 persen.
Dana Bagi Hasil (DBH) pun ikut terjun bebas hingga 73,15 persen, menyisakan Rp1,62 triliun saja.
Akibatnya, muncul defisit fiskal besar mencapai Rp6,19 triliun yang harus ditutup dalam penyusunan R-APBD 2026.
Situasi ini memantik perhatian Fraksi PKB karena anjloknya penerimaan berpotensi mengganggu stabilitas fiskal di tengah meningkatnya kebutuhan belanja daerah sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara.
Juru Bicara Fraksi PKB DPRD Kaltim, Abdurrahman KA, menyoroti target PAD sebesar Rp10,75 triliun yang dinilai perlu dijelaskan secara detail, terutama terkait sumber inovasi dan risikonya bagi masyarakat.
“Jangan sampai target itu ditempuh dengan cara cepat seperti menaikkan pajak atau retribusi,” tegasnya dalam Rapat Paripurna ke-45 terkait pandangan umum Fraksi atas R-APBD 2026.





