Pada 2006, Rodríguez sempat menjabat Menteri Urusan Presiden, namun konflik dengan Presiden Hugo Chávez membuat masa jabatannya singkat.
Ia menolak “penghormatan pribadi” yang diminta presiden dan bersikap tegas, menjauh dari lingkaran dalam istana.
Menteri Luar Negeri dan Diplomasi Keras
Pada Desember 2014, Rodríguez menjadi Menteri Luar Negeri Venezuela dan menjadi wanita pertama dalam sejarah yang memegang posisi tersebut.
Di KTT Mercosur 2015, ia terlibat perselisihan dengan Presiden Argentina Mauricio Macri soal tahanan politik, menuding Macri mencampuri urusan dalam negeri Venezuela dan mendukung kekerasan politik terhadap Chavismo.
Tuduhan ini dibantah Menteri Luar Negeri Argentina, Susana Malcorra.
Pada 2016, Rodríguez menuduh Luis Almagro, Sekretaris Jenderal OAS, melakukan “perundungan internasional” karena upayanya menangguhkan Venezuela dari OAS. Rodríguez menyoroti bahwa lebih dari 70% unggahan Almagro di media sosial menarget pemerintah Venezuela dan warga negaranya.
Delcy Rodríguez adalah simbol keteguhan Venezuela melawan tekanan Washington.
Dengan ancaman militer AS dan sanksi internasional, posisi Rodríguez sebagai presiden sementara menegaskan bahwa Venezuela tidak mudah tunduk pada tekanan luar. (tam)





