Jumat, 3 April 2026

Profil Delcy Eloína Rodríguez, Wapres Venezuela yang Ogah Nurut Trump dan Washington

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:27

KOLASE - Presiden AS, Donald Trump dan Wakil Presiden Delcy Rodríguez, yang juga menjabat Menteri Perminyakan, kini bertindak sebagai pemimpin sementara dengan restu Mahkamah Agung Venezuela/ Kolase Megapolitik.com

MEGAPOLITIK.COM -  Drama ketegangan Amerika Serikat vs Venezuela belum usai.

Setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS, fokus dunia kini tertuju pada Wakil Presiden Delcy Eloína Rodríguez, yang kini memimpin sebagai presiden sementara.

Donald Trump bahkan tidak segan mengancam, menyatakan kemungkinan serangan militer kedua ke Venezuela jika pemerintahan Maduro tidak patuh pada agenda Washington.

Pernyataan ini disampaikan Trump di atas Air Force One, beberapa hari setelah Maduro ditangkap dan dibawa ke New York menghadapi dakwaan narkoba.

Namun, Delcy Rodríguez menolak klaim AS bahwa dirinya akan bekerja sama.

Dengan dukungan Mahkamah Agung Venezuela, ia tetap menegaskan kedaulatan negaranya.

Siapa Delcy Eloína Rodríguez?

Delcy Eloína Rodríguez Gómez (lahir 18 Mei 1969) adalah pengacara, diplomat, dan politisi berpengalaman Venezuela.

Ia dilantik sebagai presiden sementara pada 5 Januari 2026, dua hari setelah penangkapan Maduro.

Sejak 2018, Rodríguez juga menjabat Wakil Presiden Venezuela dan pernah memimpin sejumlah posisi penting:

  • Menteri Komunikasi dan Informasi (2013–2014)
  • Menteri Luar Negeri/Kanselir (2014–2017)
  • Presiden Majelis Konstituante (2017–2018)
  • Kepala Badan Intelijen Nasional Bolivarian (SEBIN) sejak 2018
  • Menteri Minyak (2024–2025)

Sebagai anggota kepemimpinan nasional Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV), Rodríguez telah dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa, AS, dan Kanada karena dugaan pelanggaran HAM dan keterlibatannya dalam krisis politik Venezuela.

Meski masa jabatannya sebagai wakil presiden sempat diperdebatkan antara 2019–2023, ia berhasil menstabilkan ekonomi negara dan meningkatkan produksi minyak meski diterpa sanksi AS.

Masa Kecil dan Pendidikan

Rodríguez lahir dari keluarga berpengaruh. Saudara laki-lakinya, Jorge Rodríguez Gómez, kini menjabat Presiden Majelis Nasional Venezuela.

Ayahnya, Jorge Antonio Rodríguez, pendiri Liga Sosialis, dibunuh saat ditahan oleh DISIP pada 1976 karena terlibat dalam penculikan eksekutif Amerika, William Niehous.

Rodríguez menamatkan pendidikan hukum di Universitas Sentral Venezuela (UCV) pada 1993 dan aktif sebagai pemimpin mahasiswa.

Ia juga menempuh spesialisasi hukum ketenagakerjaan di Paris meski tidak menyelesaikan gelarnya.

Profesionalisme Rodríguez mencakup mengajar di UCV dan menjadi ketua serikat pengacara ketenagakerjaan.

 

Karier Politik Awal

Rodríguez masuk politik nasional saat percobaan kudeta Venezuela 2002.

Bersama ibunya, ia mengambil alih Kedutaan Besar Venezuela di London untuk memprotes pemerintahan de facto Pedro Carmona dan berkoordinasi dengan media internasional seperti BBC dan CNN.

Karier pemerintahan dimulai pada 2003 sebagai staf Koordinasi Umum Wakil Presiden.

Rodríguez kemudian menjadi Direktur Urusan Internasional Kementerian Energi dan Pertambangan, serta Wakil Menteri Urusan Eropa (2005).

Pada 2006, Rodríguez sempat menjabat Menteri Urusan Presiden, namun konflik dengan Presiden Hugo Chávez membuat masa jabatannya singkat.

Ia menolak “penghormatan pribadi” yang diminta presiden dan bersikap tegas, menjauh dari lingkaran dalam istana.

Menteri Luar Negeri dan Diplomasi Keras

Pada Desember 2014, Rodríguez menjadi Menteri Luar Negeri Venezuela dan menjadi wanita pertama dalam sejarah yang memegang posisi tersebut.

Di KTT Mercosur 2015, ia terlibat perselisihan dengan Presiden Argentina Mauricio Macri soal tahanan politik, menuding Macri mencampuri urusan dalam negeri Venezuela dan mendukung kekerasan politik terhadap Chavismo.

Tuduhan ini dibantah Menteri Luar Negeri Argentina, Susana Malcorra.

Pada 2016, Rodríguez menuduh Luis Almagro, Sekretaris Jenderal OAS, melakukan “perundungan internasional” karena upayanya menangguhkan Venezuela dari OAS. Rodríguez menyoroti bahwa lebih dari 70% unggahan Almagro di media sosial menarget pemerintah Venezuela dan warga negaranya.

Delcy Rodríguez adalah simbol keteguhan Venezuela melawan tekanan Washington.

Dengan ancaman militer AS dan sanksi internasional, posisi Rodríguez sebagai presiden sementara menegaskan bahwa Venezuela tidak mudah tunduk pada tekanan luar. (tam)

 

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink