MEGAPOLITIK.COM - Laporan terbaru Pew Research Center bertajuk “How the Global Religious Landscape Changed from 2010 to 2020” (Hackett dkk., 2025) mengungkap perubahan besar dalam peta keagamaan dunia.
Selama satu dekade terakhir, umat Kristen memang masih menjadi kelompok agama terbesar di dunia, tetapi proporsi mereka terhadap populasi global terus menyusut.
Dalam laporannya, Pew mencatat bahwa jumlah umat Kristen tumbuh 6 persen dalam kurun waktu 2010–2020 — dari 2,1 miliar menjadi sekitar 2,3 miliar jiwa.
Namun, pertumbuhan kelompok non-Kristen mencapai 15 persen pada periode yang sama.
Dengan demikian, persentase umat Kristen di dunia turun dari 31 persen menjadi hanya 29 persen.
Temuan ini menandai pergeseran penting dalam sejarah modern: agama Kristen tidak lagi tumbuh seiring laju populasi dunia, bahkan mengalami penurunan di beberapa wilayah yang dulu menjadi pusat kekuatannya.
Eropa dan Amerika Utara Menurun, Afrika Sub-Sahara Melonjak
Dari laporan Pew, jumlah umat Kristen menurun drastis di Eropa dan Amerika Utara — dua kawasan yang secara historis menjadi basis utama agama ini.
Di Eropa, populasi Kristen berkurang sekitar 9 persen, dari 553 juta menjadi 505 juta orang.
Sementara di Amerika Utara, jumlahnya turun lebih tajam, hingga 11 persen, dari 266 juta menjadi sekitar 238 juta orang.
Sebaliknya, Afrika Sub-Sahara justru mengalami lonjakan signifikan, dengan pertumbuhan mencapai 31 persen.
Pada 2020, kawasan ini menampung lebih dari 697 juta umat Kristen, menjadikannya wilayah dengan populasi Kristen terbesar di dunia.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Afrika melampaui Eropa sebagai rumah bagi umat Kristen terbanyak di dunia.
Pew juga mencatat bahwa persentase umat Kristen di Afrika Sub-Sahara naik tipis, dari 61,7 persen menjadi 62 persen, namun kenaikan ini cukup untuk menunjukkan bahwa pusat gravitasi Kristen global kini berpindah ke selatan dunia.





