Selain itu, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan arah kebijakan ekonomi domestik juga turut memengaruhi kepercayaan pasar.
Respons Bank Indonesia Menjaga Stabilitas
Menghadapi tekanan tersebut, Bank Indonesia mengambil langkah stabilisasi dengan melakukan intervensi di pasar valuta asing serta memperketat aturan pembelian dolar.
Bank sentral akan kembali menurunkan ambang batas dokumen pendukung pembelian dolar menjadi di atas US$25.000 per bulan, dari sebelumnya US$50.000.
Langkah ini diambil untuk membantu menahan pelemahan rupiah yang pada 5 Mei 2026 sempat menyentuh level Rp17.445 per dolar AS.
Bank Indonesia menyampaikan bahwa stabilisasi rupiah menjadi prioritas utama dan bank sentral melakukan intervensi di pasar spot maupun offshore, sambil bersiap membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder bila diperlukan.
Di saat yang sama, pasar juga masih dibayangi kekhawatiran soal kesehatan fiskal dan independensi bank sentral.
Laporan media internasional sebelumnya menyebut adanya arus keluar modal asing dari Indonesia karena kekhawatiran atas pelebaran defisit fiskal dan meningkatnya peran negara di pasar keuangan. (daf)
- Agus Harimurti Yudhoyono Kawal Ketat Pembangunan Proyek Giant Sea Wall Pantura, Berikut Pejabat yang Terlibat Didalamnya
- Harta Kekayaan Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati Disorot Usai Buka Puasa Mewah Viral, Segini Nilai LHKPN-nya
- Sosok Konglomerat Samarinda, Wisnu Wardhana Suami dari Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo





