Menghadapi kondisi tersebut, Purbaya menegaskan pemerintah memilih menerapkan kebijakan counter cyclical, yakni langkah ekonomi yang diambil berlawanan dengan arah siklus ekonomi yang sedang berlangsung.
Tujuannya adalah menjaga stabilitas dan mendukung proses pemulihan ekonomi.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berupaya tidak membebani dunia usaha dan masyarakat secara berlebihan, sehingga proses pemulihan ekonomi dapat berjalan lebih berkelanjutan.
“Kita banyak melakukan counter cyclical agar tidak menekan ekonomi secara berlebihan.
Dengan begitu, proses recovery yang baru terjadi bisa terus berjalan,” kata Purbaya.
Ia optimistis kondisi ekonomi nasional akan menunjukkan perbaikan yang lebih jelas mulai akhir triwulan pertama 2026, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan membaiknya iklim usaha di dalam negeri. (tam)





