Oleh karena itu, Komisi IV mendesak agar sekolah tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengimplementasikan praktik dan budaya sekolah yang mendorong kepedulian terhadap alam.
“Sekolah harus menjadi laboratorium lingkungan. Siswa bisa belajar dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga kegiatan lapangan yang langsung berhubungan dengan alam sekitar,” tambah Damayanti.
Langkah ini dinilai penting untuk menyiapkan generasi yang tangguh menghadapi perubahan iklim dan masalah lingkungan lainnya, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Komisi IV DPRD Kaltim menegaskan bahwa pendidikan lingkungan bukan hanya urusan sekolah, tetapi juga investasi jangka panjang bagi keamanan ekologis dan kualitas hidup masyarakat.
Dengan pembentukan karakter yang kuat sejak dini, diharapkan generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. (adv)





