Untuk memastikan diagnosis, dokter kemudian melakukan tes PCR yang mendeteksi materi genetik virus dan hasilnya dinyatakan positif.
Kasus hantavirus telah dikonfirmasi di Israel, menandai diagnosis langka di negara tersebut dan mendorong otoritas kesehatan untuk memantau situasi dengan cermat.
Menurut laporan media lokal, pasien tersebut diyakini tertular virus selama kunjungannya ke Eropa Timur beberapa bulan lalu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa meski infeksi hantavirus relatif jarang, kasus terus tercatat di berbagai belahan dunia, terutama di Asia, Eropa, dan Amerika, dengan estimasi puluhan ribu infeksi setiap tahun.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di area dengan populasi tikus yang tinggi.
Pencegahan utama meliputi menjaga kebersihan lingkungan, menyegel celah di rumah atau bangunan, serta menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat liar.
Membersihkan kotoran tikus harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan desinfektan dan masker untuk mencegah aerosolisasi partikel virus.(jay)





