MEGAPOLITIK.COM - Dilansir dari India Todays, Israel telah mengkonfirmasi kasus hantavirus langka pada seorang pasien yang diyakini terinfeksi di Eropa Timur.
Para pejabat mengatakan kondisi pasien stabil sementara badan kesehatan memantau kekhawatiran yang lebih luas terkait kasus hantavirus baru-baru ini di luar negeri.
Kasus ini telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan Israel.
Meskipun jarang terjadi di Israel, ini bukanlah kasus infeksi hantavirus pertama di antara warganya.
Namun, dalam kasus saat ini, pasien diyakini telah terinfeksi strain hantavirus Eropa, yang berbeda dari strain Andes yang lebih berbahaya yang beredar di Amerika Selatan.
Pejabat kesehatan menekankan bahwa risiko penularan antar manusia sangat rendah, karena virus ini utamanya menyebar melalui kontak tidak langsung dengan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus termasuk kelompok virus yang dapat menyebabkan dua sindrom utama: hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru, serta hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) yang mempengaruhi ginjal.
Gejala awal sering menyerupai flu biasa, seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan kelelahan ekstrim.
Ia merupakan virus yang dapat menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi atau menghirup partikel udara dari urin, kotoran, atau air liur mereka.
Gejalanya seringkali menyerupai penyakit virus biasa, tetapi dapat berkembang menjadi komplikasi pernapasan atau ginjal yang parah tergantung pada jenis virusnya.
Dalam kasus parah, kondisi bisa memburuk cepat menjadi sesak napas atau kegagalan organ.
Tingkat kematian bervariasi tergantung strain, mulai dari kurang dari 1% hingga mencapai 50% di beberapa wilayah.
Muncul Kasus Pertama Sebaran Hantavirus di Israel
Israel melaporkan kasus pertama infeksi hantavirus setelah seorang pasien diketahui tertular virus tersebut usai melakukan perjalanan ke Eropa Timur beberapa bulan lalu.
Kasus ini muncul di tengah sorotan global terhadap wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius.
Dilansir dari Jerusalem Post, Jumat (8/5/2026), hasil pemeriksaan antibodi menunjukkan pasien terpapar hantavirus.
Untuk memastikan diagnosis, dokter kemudian melakukan tes PCR yang mendeteksi materi genetik virus dan hasilnya dinyatakan positif.
Kasus hantavirus telah dikonfirmasi di Israel, menandai diagnosis langka di negara tersebut dan mendorong otoritas kesehatan untuk memantau situasi dengan cermat.
Menurut laporan media lokal, pasien tersebut diyakini tertular virus selama kunjungannya ke Eropa Timur beberapa bulan lalu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa meski infeksi hantavirus relatif jarang, kasus terus tercatat di berbagai belahan dunia, terutama di Asia, Eropa, dan Amerika, dengan estimasi puluhan ribu infeksi setiap tahun.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di area dengan populasi tikus yang tinggi.
Pencegahan utama meliputi menjaga kebersihan lingkungan, menyegel celah di rumah atau bangunan, serta menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat liar.
Membersihkan kotoran tikus harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan desinfektan dan masker untuk mencegah aerosolisasi partikel virus.(jay)





