MEGAPOLITIK.COM - Republik Islam Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC) mengeluarkan pernyataan baru terkait akses ke Selat Hormuz yang strategis, yang merupakan salah satu jalur laut paling penting di dunia.
IRGC menyatakan bahwa negara‑negara yang bersedia mengusir Duta Besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayahnya akan diberikan hak penuh untuk melewati Selat Hormuz secara bebas, sebuah sikap baru yang mencerminkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan ini disiarkan oleh media pemerintah Iran dan dikutip berbagai media internasional pada Selasa, 10 Maret 2026, di tengah konflik yang semakin intens antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menurut IRGC, negara‑negara Arab dan Eropa yang mengambil langkah tersebut akan memperoleh akses tanpa hambatan melalui Selat Hormuz mulai tanggal 10 Maret, sekaligus mendapatkan “wewenang penuh” untuk navigasi di jalur laut tersebut.
Selat Hormuz merupakan chokepoint vital dalam perdagangan energi global, dengan sekitar 20 persen dari perdagangan minyak dunia dan ekspor gas alam cair diperkirakan melewati jalur ini.
Penutupan atau gangguan signifikan di Selat Hormuz dapat berdampak langsung pada pasar energi dunia, harga minyak, serta kestabilan ekonomi global.





