Kamis, 2 April 2026
Dinasti Qin

Intrik Istana Pasca Kepergian Qin Shi Huang, Kudeta Zhao Gao hingga Runtuhnya Dinasti Qin

Manipulasi dan Kudeta Dinasti Qin

Jumat, 7 November 2025 - 17:11

DINASTI QIN - Kudeta Zhao Gao setelah kepergian Qin Shi Huang membuka jalan kehancuran bagi Dinasti Qin/ Foto: IST

MEGAPOLITIK.COM - Kepergian Qin Shi Huang pada tahun 210 SM menandai awal dari babak paling gelap dalam sejarah kekaisaran Tiongkok kuno hingga runtuhnya dinasti Qin.

Menurut catatan sejarawan Sima Qian dalam Shiji, perjalanan terakhir Qin Shi Huang ke timur laut menjadi awal runtuhnya dinasti Qin yang baru ia bangun.

Di balik kejayaan dinasti Qin yang baru saja menyatukan Tiongkok, tersembunyi rangkaian intrik, pengkhianatan, dan manipulasi politik yang berujung pada runtuhnya dinasti Qin hanya dalam waktu kurang dari dua dekade. 

Kematian Sang Kaisar dan Awal Kekacauan

Qin Shi Huang, penguasa pertama yang berhasil menyatukan tujuh negara berperang, dikenal dengan ambisi besarnya membangun kekaisaran yang kuat dan abadi yang disebut dinasti Qin.

Di bawah kekuasaan Qin Shi Huang menerapkan sistem pemerintahan terpusat, membangun jaringan jalan raya, tembok besar, dan pasukan tanah liat terkenal, Tentara Terakota. 

Namun di balik kejayaannya, Qin Shi Huang sebagai kaisar dinasti Qin, ia semakin takut pada kematian. 

Qin Shi Huang mengirim ekspedisi mencari ramuan keabadian dan mengonsumsi pil merkuri yang diyakini justru mempercepat kematiannya.

Saat meninggal dalam perjalanan ke wilayah timur laut, jenazah Qin Shi Huang dibawa pulang secara diam-diam. 

Dua pejabat terdekatnya, Kanselir Li Si dan kasim istana Zhao Gao, menyembunyikan kabar kematian kaisar untuk mencegah kekacauan politik di dinasti Qin.

Dalam catatan Shiji karya Sima Qian, kedua pejabat ini justru memanfaatkan situasi kepergian Qin Shi Huang tersebut untuk melancarkan kudeta politik terselubung sebagai gejolak awal runtuhnya dinasti Qin.

Pemalsuan Wasiat dan Kudeta Istana

Salah satu intrik terbesar dan awal runtuhnya dinasti Qin dalam sejarah Tiongkok terjadi setelah kepergian Qin Shi Huang,

Qin Shi Huang memiliki beberapa putra, dan pewaris sahnya adalah putra sulung, Fusu. 

Namun Fusu dikenal lebih lembut dan berseberangan dengan kebijakan keras ayahnya Qin Shi Huang.

Hal itu membuat Zhao Gao dan Li Si merasa posisinya akan terancam bila Fusu naik takhta.

Dengan alasan menjaga stabilitas kerajaan dinasti Qin, keduanya memalsukan surat perintah terakhir Qin Shi Huang

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink