Disinggung soal apakah pihak asing itu adalah individual atau masuk pada perangkat negara, Hendropriyono sebut bahwa itu adalah non-state (bukan negara).
"Sebetulnya non state. Tapi pengaruhnya sangat besar kepada kebijakan dari negaranya. Kebijakannya itu langkah-langkahnya itu kita baca selalu pas dengan usulan dari non-state. Non-state tapi isinya George Soros, George Tenet, isinya tadi saya sampaikan siapa lagi, David Rockefeller, Bloomberg, ya baca sendiri lah, kaum kapitalis begitu. Itu yang usul," katanya.
Sementara untuk tujuannya, ia sampaikan adalah sama, ingin menjajah Indonesia.
"Ya jelas tujuannya kan sama aja dari dulu maunya menjajah. Tapi kan caranya lain, Dulu kan pakai peluru, pakai bom," ucapnya.
Sebagai informasi, aksi massa terjadi berturut-turut di depan gedung DPR R dalam kurun waktu kurang dari 1 minggu.