“Beberapa yang kerja sama dengan kita dalam segi per parkiran masih kurang,” katanya.
Tak Hanya Operasikan Sistem, SDM Juga Harus Paham Tata Kelola
Menurut Celni, peningkatan kapasitas tidak cukup hanya mengajarkan penggunaan mesin atau aplikasi parkir.
Pelatihan juga perlu mencakup pemahaman mengenai tata kelola perparkiran, pelayanan kepada masyarakat, hingga regulasi yang berkaitan dengan retribusi daerah.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat lokal tidak hanya menjadi pengguna sistem, tetapi juga dapat berperan sebagai bagian dari pengelolaan parkir yang lebih profesional.
Sistem Elektronik Dinilai Bisa Tekan Kebocoran PAD dan Parkir Liar
DPRD juga menilai penguatan SDM menjadi bagian penting dalam memperbaiki penerimaan daerah dari sektor perparkiran.
Selama ini, praktik parkir liar disebut masih menjadi salah satu penyebab potensi pendapatan daerah belum tergarap secara maksimal.
Melalui penerapan sistem elektronik yang didukung tenaga kerja terlatih, pemerintah dinilai memiliki peluang lebih besar menciptakan tata kelola yang transparan sekaligus menekan kebocoran penerimaan.





