“Masyarakat sebenarnya butuh ruang bicara yang dekat dan terbuka. Dengan forum seperti ini, aspirasi lebih konkret dan mudah dipetakan,” ujar Winarko.
Ia menambahkan, tindak lanjut atas aspirasi warga harus menjadi fokus utama agar kepercayaan publik terhadap lembaga politik tetap terjaga.
“Yang terpenting bukan hanya mendengar, tetapi bagaimana usulan itu diproses dan diwujudkan,” katanya.
Didik Agung juga menekankan pentingnya pengawasan anggaran daerah agar program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah harus memberi manfaat nyata. Karena itu fungsi pengawasan DPRD harus berjalan maksimal,” tegasnya.
Besempekat sendiri merupakan forum dialog publik yang digunakan sejumlah anggota DPRD Kaltim untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Istilah itu berasal dari bahasa daerah yang bermakna bermusyawarah.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat semakin dekat serta mendorong percepatan penyelesaian persoalan di daerah. (adv)





