Acara Sosperda dipandu oleh Fiktor Boni Pasilala selaku moderator.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan sejumlah warga menyampaikan pertanyaan, masukan, serta harapan terkait dunia pendidikan di wilayah mereka.
Beberapa peserta menyoroti persoalan pemerataan kualitas pendidikan, peran keluarga dalam pendidikan karakter, hingga pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap sarana dan prasarana pendidikan.
Menanggapi hal tersebut, Didik Agung Eko Wahono menegaskan komitmennya untuk terus mengawal implementasi perda agar tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Melalui Sosperda ini, kami ingin masyarakat tahu hak dan kewajibannya, sekaligus memahami arah kebijakan pendidikan daerah ke depan,” tutupnya. (adv)





