Ia menegaskan bahwa proyek strategis seperti ini memang membutuhkan waktu panjang untuk menunjukkan hasil nyata bagi masyarakat dan ekonomi nasional.
Luhut: Tidak Ada Transportasi Publik di Dunia yang Untung
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menekankan bahwa tidak ada transportasi publik yang langsung menguntungkan secara finansial.
Dalam pernyataannya pada 17 Oktober 2025, Luhut menyebut pemerintah tetap berkomitmen menjaga agar proyek Whoosh efisien dan berkelanjutan.
“Tidak ada public transport di dunia ini yang menguntungkan. Selalu banyak subsidi pemerintah, tapi tentu harus subsidi yang terukur,” ujar Luhut, dikutip dari VOI.
Ia menilai restrukturisasi utang Whoosh adalah langkah wajar dalam proyek infrastruktur besar.
David Pajung: Hanya Indonesia yang Punya
Dari kalangan relawan, David Pajung menilai bahwa proyek Whoosh harus dilihat sebagai simbol kemajuan Indonesia dalam bidang teknologi transportasi.
Dalam keterangannya yang dikutip dari Kompas.com pada 24 Oktober 2025, David mengatakan bahwa masyarakat mulai melihat sisi positif proyek tersebut.
“Untuk ukuran negara-negara di Asia Tenggara hanya Indonesia yang punya. Di Asia hanya tiga, China, Jepang, dan Indonesia,,” ujar David.
Ia menilai bahwa keberadaan Whoosh menjadi bukti kemampuan Indonesia membangun proyek transportasi modern berstandar tinggi, sekaligus momentum bagi publik untuk melihat manfaat jangka panjangnya.
Bestari Barus: Belum Untung Bukan Berarti Rugi
Sementara itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus juga memberi tanggapan atas isu utang yang membayangi proyek Whoosh.
Dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV pada 23 Oktober 2025, Bestari menilai publik tidak perlu khawatir terhadap proses restrukturisasi yang sedang dilakukan pemerintah.





