MEGAPOLITIK.COM - Para Wakil Gubernur di enam provinsi Pulau Jawa telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada awal masa jabatan periode 2025–2030 maupun laporan periodik terakhir yang diumumkan secara resmi.
Dokumen yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut telah berstatus verifikasi administratif lengkap dan memuat rincian aset berupa tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, surat berharga, kas, hingga kewajiban utang para Wakil Gubernur Pulau Jawa.
Nilai harta kekayaan yang tercatat menunjukkan variasi cukup lebar antarprovinsi, mencerminkan struktur kepemilikan aset yang berbeda di antara para pejabat eksekutif tingkat provinsi tersebut.
Berikut rincian harta kekayaan Wakil Gubernur Pulau Jawa berdasarkan laporan resmi LHKPN.
Rano Karno Wakil Gubernur DKI Jakarta
Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta melaporkan LHKPN awal menjabat pada (20/03/2025).
Total harta kekayaan yang tercatat mencapai sekitar Rp17 miliar tanpa kewajiban utang.
Komponen terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai kurang lebih Rp13,2 miliar.
Properti tersebut berada di Kabupaten Bogor, Jakarta Selatan, dan Kota Bandung.
Aset bernilai tertinggi tercatat di Jakarta Selatan dengan nilai sekitar Rp8 miliar.
Dalam kategori kendaraan, Rano Karno memiliki empat unit mobil dengan total nilai sekitar Rp784 juta, termasuk Toyota Alphard 2017 dan Mitsubishi Pajero 2016.
Ia juga melaporkan kas dan setara kas sekitar Rp2 miliar, surat berharga Rp675 juta, harta bergerak lain Rp195 juta, serta harta lainnya Rp140 juta.
Achmad Dimyati Natakusumah Wakil Gubernur Banten
Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan laporan awal menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten pada (29/03/2025) dengan total kekayaan Rp17,29 miliar tanpa utang.
Sebagian besar aset berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp14,88 miliar yang tersebar di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
Salah satu properti terbesar berupa tanah seluas 8.095 meter persegi dengan bangunan 800 meter persegi senilai Rp7,20 miliar.
Selain properti, ia melaporkan kendaraan senilai Rp332,8 juta yang terdiri dari berbagai jenis mobil, harta bergerak lain Rp263,5 juta, serta kas dan setara kas Rp1,81 miliar.





