"Pada posisi dunia normal, kita tidak mungkin melakukan ini (kenaikan saham Freeport). Pasti akan dicegat oleh negara-negara maju. Pasti," kata Jokowi dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden.
"Bahkan waktu akan mengambil Freeport saja, banyak yang membisik ke saya. Pak, hati-hati, Papua bisa lepas. Pak hati-hati, bapak bisa digulingkan. Pak, hati-hati. Jadi hilirisasi ini bukan barang yang gampang," kata Jokowi lagi.
Dia pun lanjutkan soal hilirisasi di Freeport itu yang kini sudah mulai disiapkan oleh pemerintah Indonesia. Hilirisasi itu, dikatakan Jokowi sebelumnya tak pernah bisa dilakukan di Freeport.
"Karena Freeport sendiri sudah 55 tahun beroperasi enggak pernah mau membangun yang namanya smelter," katanya.
Dia lanjutkan, dengan adanya smelter yang kini sudah dibangun pemerintah Indonesia, maka nantinya bisa diketahui berapa ton emas setiap tahu yang hilang dari Indonesia selama jangka waktu ketika Freeport masih menguasai kepemilikan saham di sana.
"Nah nanti kita punya smelter sendiri di Gresik tahu kita berapa ton emas setiap tahun yang hilang dari Tanah Air Indonesia selama 50-an tahun. Perkiraan saya per tahun mungkin 40-50 tahun, itu baru perkiraan nebak-nebak, tapi nanti kalau sudah berproduksi baru kita tahu betul oh ada emasnya sekian tol per tahun," kata Jokowi lagi. (tam)





