MEGAKALTIM.CO - Presiden Jokowi menceritakan soal adanya bisikan "hati-hati digulingkan" saat dirinya hadir dalam salah satu acara di Surakarta, Kamis (19/9/2024).
Acara itu adakah ketika Jokowi menghadiri Kongres ISEI dan seminar nasional di Surakarta.
Bisikan itu, ternyata berkaitan dengan langkah pemerintah ketika ingin mengambil alih kepemilikan saham mayoritas Freeport dari asing.
Diketahui, saat ini Indonesia memang menjadi pemegang saham terbesar di Freeport dengan 51,23 % saham. Sisanya, sejumlah 48, 8 % dimiliki oleh Freeport Mc.Moran Inc.
Saham Indonesia di Freeport itu naik cukup besar, setelah sebelumnya Indonesia hanya memiliki saham 9,36 % saja.
Hal itulah yang kemudian diceritakan Jokowi, bahwa proses kepemilikan saham yang naik dari awalnya hanya 9,36 % ke 51,23 %, sudah melewati banyak rintangan. Dan itu, tentu saja dikatakannya tak mudah.
"Pada posisi dunia normal, kita tidak mungkin melakukan ini (kenaikan saham Freeport). Pasti akan dicegat oleh negara-negara maju. Pasti," kata Jokowi dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden.
"Bahkan waktu akan mengambil Freeport saja, banyak yang membisik ke saya. Pak, hati-hati, Papua bisa lepas. Pak hati-hati, bapak bisa digulingkan. Pak, hati-hati. Jadi hilirisasi ini bukan barang yang gampang," kata Jokowi lagi.
Dia pun lanjutkan soal hilirisasi di Freeport itu yang kini sudah mulai disiapkan oleh pemerintah Indonesia. Hilirisasi itu, dikatakan Jokowi sebelumnya tak pernah bisa dilakukan di Freeport.
"Karena Freeport sendiri sudah 55 tahun beroperasi enggak pernah mau membangun yang namanya smelter," katanya.
Dia lanjutkan, dengan adanya smelter yang kini sudah dibangun pemerintah Indonesia, maka nantinya bisa diketahui berapa ton emas setiap tahu yang hilang dari Indonesia selama jangka waktu ketika Freeport masih menguasai kepemilikan saham di sana.
"Nah nanti kita punya smelter sendiri di Gresik tahu kita berapa ton emas setiap tahun yang hilang dari Tanah Air Indonesia selama 50-an tahun. Perkiraan saya per tahun mungkin 40-50 tahun, itu baru perkiraan nebak-nebak, tapi nanti kalau sudah berproduksi baru kita tahu betul oh ada emasnya sekian tol per tahun," kata Jokowi lagi. (tam)





