Lebih lanjut, politisi tersebut menekankan bahwa pelatihan karakter tidak boleh berhenti pada tataran konsep.
Ia mendorong adanya tindak lanjut berupa program vokasi dan pelatihan teknis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Menurutnya, keterampilan praktis akan memperkuat peran pemuda dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan, khususnya di sektor pertanian dan teknologi.
“Selain pelatihan kepemimpinan, ke depan perlu ada pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan grand ekonomi kita. Misalnya pelatihan penggunaan drone untuk pemupukan, mekanisasi pertanian, dan bentuk inovasi lainnya,” jelas Agusriansyah.
Literasi Nilai di Tengah Arus Digitalisasi
Agusriansyah juga menyoroti pentingnya literasi nilai dan jati diri bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi.
Ia menilai, kaburnya batas budaya saat ini menuntut pemuda memiliki pegangan yang kuat agar tidak kehilangan arah.
“Pemuda berkarakter hari ini harus memahami bahwa kita memiliki konstitusi, Pancasila, serta nilai diri sebagai manusia ciptaan Tuhan. Jangan sampai poin-poin ini hilang, karena itu bisa membuat kita kehilangan arah sebagai generasi yang diharapkan bangsa dan negara,” pungkasnya. (adv)





