MEGAPOLITIK.COM - Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Samarinda dinilai perlu lebih mengedepankan edukasi daripada tindakan yang bersifat menghakimi.
DPRD Kota Samarinda menilai pendekatan persuasif menjadi langkah yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah munculnya stigma terhadap pengidap HIV.
Pandangan tersebut disampaikan menyusul ramainya perbincangan di media sosial mengenai aksi persekusi terhadap pihak-pihak yang diduga merupakan bagian dari kelompok LGBT.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Samarinda mencatat kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) masih menjadi penyumbang terbanyak kasus HIV di daerah tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menilai munculnya tindakan persekusi tidak terlepas dari minimnya pemahaman masyarakat mengenai aturan yang berlaku.
Karena itu, ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memperkuat edukasi agar masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri.
"Kita sifatnya persuasif. Kita memberikan edukasi, tidak mepunishment, tidak mengadili, itu yang terpenting," ungkapnya.
Menurut Novan, upaya penanganan HIV tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat merasa takut untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.
Oleh sebab itu, perlindungan terhadap identitas pasien harus terus dijaga agar mereka merasa aman ketika mengakses layanan kesehatan.





