Menurutnya, sistem tersebut mampu mengurangi anggapan bahwa hanya sekolah tertentu yang layak menjadi pilihan utama masyarakat.
Dengan mekanisme zonasi, orang tua kini didorong untuk mendaftarkan anak ke sekolah yang berada di sekitar tempat tinggal sehingga distribusi siswa menjadi lebih seimbang dan tidak lagi terpusat di sekolah-sekolah yang selama ini dianggap favorit.
Meski demikian, Ismail menegaskan kebijakan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas sekolah di kawasan pinggiran.
Ia menilai masih terdapat sekolah yang memerlukan pembenahan, terutama ruang kelas yang belum memiliki bangunan permanen.
"Kita juga berharap sekola pinggiran dapat diperhatikan. Jangan kita hanya fokus hanya pada sekolah-sekolah yang ada di ibu kota. Kita perlu meningkatkan sekolah pinggiran yang ruang kelasnya masih kayu agar menjadi permanen," jelas Ismail.
Selain pembenahan infrastruktur, DPRD Samarinda juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi.





