Pesta di Vila, Dugaan Pemberian Obat Ilegal, hingga Tak Sadarkan Diri
Berdasarkan kronologi, Nurhadi pergi ke Gili Trawangan bersama kedua atasannya dan dua perempuan berinisial P dan M untuk berpesta di sebuah vila mewah.
Area kolam renang vila itu tidak dilengkapi kamera pengawas, membuat penyidik hanya mengandalkan CCTV dari bagian luar bangunan.
Pada malam kejadian, korban diduga sempat diberi obat-obatan ilegal oleh rekan-rekannya.
Sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WITA, tidak ada saksi yang mengetahui apa yang terjadi di sekitar kolam.
Saat ditemukan, tubuh Nurhadi menunjukkan tanda-tanda kekerasan serius.
Ahli forensik dari Universitas Mataram, dr. Arfi Syamsun, mengungkap adanya luka lecet, memar, hingga robekan di berbagai bagian tubuh korban.
Yang paling mencolok adalah patahnya tulang lidah, yang menurut dr. Arfi terjadi pada 80 persen kasus pencekikan.





