MEGAPOLITIK.COM - Wanita dengan nama Misri Puspita sari turut menjadi perhatian dalam kasus tewasnya Brigadir Nurhadi pada salah satu villa di Gili Trawangan.
Misri Puspita Sari diketahui adalah sosok wanita yang diduga dibayar untuk menemani oknum polisi, atasan dari Brigadir Nurhadi saat mereka having party pada salah satu villa itu.
Party itu kemudian berbuah menjadi perkara, saat satu oknum polisi, yakni Brigadir Nurhadi kemudian tewas, diduga dianiaya oleh atasannya.
Siapa Misri Puspita Sari?
Sosok Misri Puspita Sari, wanita berusia 23 tahun asal Jambi, kini menjadi sorotan tajam publik usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi.
Tragedi yang terjadi di sebuah vila di Gili Trawangan, NTB ini, menyeret nama-nama oknum polisi yang sedang berpesta bersama Misri.
Disewa untuk Pesta, Kini Jadi Tersangka
Misri Puspita diduga disewa oleh Kompol I Made Yogi Purusa Utama seharga Rp10 juta untuk menemani dirinya, Ipda Haris Chandra, dan korban Brigadir Nurhadi dalam pesta pada 16 April 2025 lalu.
Namun, pesta itu berakhir tragis ketika Nurhadi ditemukan tewas di sebuah kolam kecil vila tersebut.
Bersama Kompol Yogi dan Ipda Haris, Misri kini telah ditetapkan sebagai salah satu dari tiga tersangka oleh Polda NTB.
Misri Disebut Sempat Kesurupan Arwah Nurhadi
Hal mengejutkan terungkap saat Misri menjalani pemeriksaan.
Kuasa hukumnya, Yan Mangandar, mengungkap bahwa kliennya mengalami kerasukan saat diperiksa pada 29 Juni 2025.
Dalam kondisi tak sadar, Misri disebut mengaku dirasuki arwah Brigadir Nurhadi dan bahkan mengungkap pelaku serta metode pembunuhan.
"Ia kerasukan arwah Brigadir MN dan menyebut nama pelaku serta cara pembunuhannya," ujar Yan, Rabu (9/7/2025), mengutip TribunLombok.
Fenomena kesurupan ini sempat terjadi kembali saat Misri resmi ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Juni 2025.
Ia mengalami gangguan psikologis berat akibat tekanan mental dan fisik sejak proses hukum berjalan.
Kondisi Psikis dan Latar Belakang Misri
Misri kini ditahan di Rutan Polda NTB. Menurut kuasa hukumnya, kondisi kesehatan Misri menurun drastis, baik secara fisik maupun mental.
Ia disebut sangat tertekan dan kelelahan sejak diperiksa.
Misri berasal dari keluarga sederhana di Jambi dan merupakan anak yatim.
Ayahnya seorang buruh dan penjual ikan, dan sejak kecil Misri menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi ibunya dan lima saudara kandungnya.
Meski hanya lulusan SMA, ia sempat aktif di media sosial, namun akunnya kini sudah dikunci.
Detik-Detik Sebelum Kematian Brigadir Nurhadi
Sebelum ditemukan tewas, Misri disebut sempat merekam video Brigadir Nurhadi yang tengah berendam di kolam kecil.
Video berdurasi tujuh detik itu menunjukkan Nurhadi sendirian di kolam, sementara Misri duduk di pinggir kolam mengenakan bikini.
Kompol Yogi disebut sedang tidur di kamar saat video itu diambil.
Tak terlihat adanya kekerasan dalam rekaman, namun kasus ini masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
Di sekitar kolam, terlihat pula beberapa gelas, botol, dan wadah es batu, menandakan bahwa pesta sempat berlangsung.
Siapa Pelaku Utama? Polisi Masih Ungkap Jelas
Meski tiga nama telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Misri Puspita, hingga kini belum ada kejelasan soal peran masing-masing dalam kematian Brigadir Nurhadi.
Dugaan bahwa korban tewas karena dicekik masih belum dijawab secara resmi oleh penyidik.
Kasus ini pun terus menyita perhatian publik, yang mendesak agar pengungkapan kasus dilakukan secara transparan dan adil, tanpa ada pihak yang kebal hukum hanya karena berseragam. (tam)





