Kamis, 11 Juni 2026
Advertorial DPRD Samarinda

Nilai TKA Siswa Samarinda Jadi Sorotan, DPRD Minta Evaluasi Serius Pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia

Senin, 8 Juni 2026 - 14:38

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie/ DPRD Kota Samarinda

MEGAPOLITIK.COM -  Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda.

Capaian siswa pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dinilai perlu mendapat evaluasi menyeluruh agar kualitas pendidikan di daerah dapat terus ditingkatkan.

DPRD menilai hasil tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan gambaran kondisi pembelajaran yang perlu ditindaklanjuti melalui kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Perhatian utama diarahkan pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi yang selama ini menjadi fondasi dasar pendidikan.

DPRD Dorong Pemerintah Petakan Penyebab Rendahnya Capaian

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan pemerintah perlu melakukan kajian mendalam untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi hasil TKA siswa.

Menurutnya, langkah evaluasi harus dilakukan secara komprehensif agar solusi yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan sekolah dan peserta didik.

“Data ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Yang terpenting adalah mencari tahu apa yang menjadi kendala sehingga capaian siswa pada Matematika dan Bahasa Indonesia belum optimal,” ujarnya.

Berdasarkan data TKA 2026, rata-rata nilai Matematika siswa SD berada di angka 42,41, sementara Bahasa Indonesia mencapai 60,14. Adapun pada jenjang SMP, rata-rata nilai Matematika tercatat 40,34 dan Bahasa Indonesia 60,83.

Literasi dan Numerasi Dinilai Jadi Fondasi Penting

Komisi IV DPRD Samarinda menilai kemampuan berhitung dan berbahasa merupakan keterampilan dasar yang memiliki peran penting dalam perkembangan peserta didik.

Selain berpengaruh terhadap prestasi akademik, kedua kompetensi tersebut juga menjadi bekal utama dalam kehidupan sehari-hari maupun saat memasuki dunia kerja di masa depan.

Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dinilai harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, guru hingga masyarakat.

Bukan Soal Kurikulum, Tapi Kualitas Pembelajaran

Novan menegaskan rendahnya capaian akademik siswa tidak bisa langsung dikaitkan dengan perubahan kurikulum yang diterapkan pemerintah.

Menurutnya, materi dasar Matematika dan Bahasa Indonesia sudah lama menjadi bagian utama dalam sistem pendidikan nasional dan diajarkan di seluruh jenjang pendidikan.

Ia justru melihat perlunya perhatian lebih terhadap faktor pendukung pembelajaran, terutama terkait ketersediaan tenaga pendidik dan peningkatan kualitas guru.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana memastikan kebutuhan guru terpenuhi dan kualitas pembelajaran terus meningkat. Dengan begitu, siswa dapat memperoleh pendampingan belajar yang lebih optimal,” katanya.

DPRD Tekankan Pentingnya Sinergi Pusat dan Daerah

Selain kualitas guru, DPRD Samarinda juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program pendidikan.

Menurut Novan, setiap kebijakan pendidikan perlu mempertimbangkan kondisi daerah agar implementasinya berjalan efektif dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas peserta didik.

Melalui fungsi pengawasan yang dimiliki, Komisi IV DPRD Samarinda menyatakan akan terus mengawal berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Kota Tepian.

“Hasil ini harus menjadi momentum untuk berbenah. Fokusnya bukan mencari siapa yang salah, tetapi menemukan langkah yang tepat agar kemampuan dasar siswa terus meningkat,” pungkasnya. (adv)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink