Dalam kesempatan ini permasalahan komunikasi di perbatasan juga menjadi poin penting yang dibahas dalam audiensi di Istana tersebut.
Wapres Gibran Rakabuming menjadikan program ini sebagai solusi atas keterbatasan akses informasi dan konektivitas bagi warga di wilayah terluar Indonesia.
Keterbatasan infrastruktur telekomunikasi ini menyebabkan banyak wilayah menjadi blank spot atau hanya memiliki sinyal lemah, terutama di perbatasan Kalimantan dengan Malaysia, Papua dengan Papua Nugini, serta pulau-pulau terluar NTT dengan Timor Leste.
Kondisi ini menyulitkan koordinasi aparat keamanan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penyebaran informasi kepada masyarakat, ditambah lagi dengan interferensi sinyal dari negara tetangga yang membuat warga lebih banyak mengonsumsi konten asing, yang mencakup cakupan informasi nasional.
Selain itu, hambatan bahasa dan budaya, kemerosotan digital, serta koordinasi antar lembaga yang kurang lancar akibat medan geografis yang sulit dan cuaca ekstrem semakin melemahkan situasi, sehingga program pembangunan pemerintah pusat sering kali kurang efektif dan hoax mudah menyebar di wilayah terdepan tersebut.
Kunjungan ke Daerah Perbatasan dan Audiensi ASPEKSINDO Sebagai Bukti Nyata Program Perkuatan Kepulauan
Pemerintah telah menjadwalkan kunjungan Wapres Gibran Rakabuming untuk melakukan kunjungan ke daerah perbatasan untuk melakukan peninjauan langsung infrastruktur di daerah yang selama ini terpinggirkan.





