Dalam skema tersebut, dewan dirancang untuk mengawasi tata kelola sementara Gaza setelah tercapainya gencatan senjata yang rapuh pada Oktober.
Trump kemudian menyatakan bahwa dewan itu akan diperluas untuk menangani berbagai konflik global, dengan dirinya bertindak sebagai ketua.
Pertemuan perdana dijadwalkan berlangsung di Washington untuk membahas rekonstruksi Gaza.
Pada Januari lalu, Paus Leo diundang untuk bergabung dalam dewan tersebut.
Paus Leo, paus pertama asal Amerika Serikat dan diketahui mengkritik sejumlah kebijakan Trump, belum pernah secara rutin terlibat dalam dewan internasional semacam itu.
Sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di dunia, Paus Leo selama ini lebih menekankan jalur diplomasi tradisional melalui jaringan diplomatik Vatikan serta status Takhta Suci sebagai pengamat tetap di PBB.
Kritik Internasional dan Respons Negara-Negara
Sejumlah pakar hak asasi manusia menilai bahwa model dewan yang dipimpin langsung oleh presiden Amerika Serikat yaitu Board of Peace untuk mengawasi wilayah asing menyerupai struktur kolonial.
Kritik juga muncul karena Board of Peace yang diluncurkan bulan lalu tersebut tidak melibatkan perwakilan Palestina.





