Ia menyebut periode tersebut sebagai “rezim teror” yang telah berlangsung selama 47 tahun.
Pernyataan ini berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama karena menyasar langsung infrastruktur sipil dan energi.
Jika ancaman tersebut benar-benar direalisasikan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Iran, tetapi juga bisa memicu lonjakan harga energi global serta krisis kemanusiaan.
Situasi Masih Bergantung pada Negosiasi
Meski bernada keras, Trump tetap membuka peluang penyelesaian damai dengan menyebut bahwa kesepakatan kemungkinan besar akan tercapai.
Namun, batas waktu yang ia tekankan menunjukkan bahwa situasi berada dalam fase sangat krusial.
Untuk saat ini, arah konflik masih bergantung pada hasil negosiasi dalam waktu dekat apakah menuju gencatan senjata, atau justru eskalasi besar yang melibatkan serangan terhadap infrastruktur vital Iran. (daf)





