Mojtaba Khamenei muncul untuk pertama kali sejak awal perang dalam bentuk pernyataan tertulis, setelah ia ditunjuk sebagai kepala negara pada (09/03/2026).
Ayahnya, mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan AS-Israel bersama beberapa anggota keluarga.
Kehadiran publik Mojtaba Khamenei yang minim memicu spekulasi tentang kondisi kesehatannya, termasuk laporan belum terkonfirmasi bahwa ia mengalami cedera serius hingga kemungkinan amputasi kaki.
Dalam pernyataan itu, Mojtaba Khamenei menegaskan tidak ada perubahan strategi, Selat Hormuz akan tetap menjadi jalur vital yang dijaga ketat.
“Studi telah dilakukan untuk membuka front baru di mana musuh memiliki sedikit pengalaman atau rentan, yang dapat diaktifkan jika perang berlanjut dan dianggap perlu,” ujar Mojtaba Khamenei.
Pernyataan ini menegaskan kesiapan Iran untuk menghadapi eskalasi lebih lanjut dengan Amerika Serikat dan Israel jika konflik berlanjut.





