Hal ini menjadi tantangan utama, mengingat masing-masing negara memiliki kepentingan berbeda terhadap jalur pelayaran tersebut.
Tanpa koordinasi yang matang, kebijakan ini berpotensi memicu ketegangan diplomatik di kawasan.
Baca juga:
Sorotan dari Negara Pengguna Jalur
Selain negara pesisir, tantangan juga datang dari negara-negara pengguna Selat Malaka.
Jalur ini merupakan salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia yang menghubungkan berbagai kawasan ekonomi penting.
Kebijakan pungutan berpotensi menimbulkan resistensi karena dapat menambah biaya logistik global.
Selain itu, Selat Malaka berada dalam rezim kebebasan navigasi internasional, yang selama ini menjadi dasar utama lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.





