Kemenkes juga menyebut pemerintah telah menyiapkan pedoman, FAQ, media KIE, serta sosialisasi kewaspadaan ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
Virus yang Paling Sering Ditemukan
Menurut penjelasan Kemenkes, hantavirus di Indonesia paling sering berkaitan dengan strain Seoul virus yang menyebabkan HFRS atau hemorrhagic fever with renal syndrome.
Penularannya terutama terjadi dari tikus dan celurut melalui urine, feses, saliva, atau aerosol yang terkontaminasi, sedangkan penularan antarmanusia belum pernah dilaporkan di Indonesia.
Gejalanya umumnya berupa demam, sakit kepala, nyeri punggung dan perut, mual, mata merah, hingga gangguan ginjal pada tahap lanjut.
Andes Virus di Argentina
Berbeda dengan itu, kasus yang menjadi sorotan di Argentina terkait Andes virus, yaitu jenis hantavirus yang dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome atau HPS, penyakit paru berat yang bisa berakibat fatal.
WHO menegaskan Andes virus merupakan satu-satunya hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia secara terbatas, biasanya melalui kontak dekat dan berkepanjangan dengan pasien.
CDC juga menyebut Andes virus sebagai satu-satunya jenis hantavirus yang terbukti memiliki penularan dari orang ke orang.





