MEGAPOLITIK.COM - Perdagangan global bergantung pada jaringan jalur laut dan kanal strategis yang menghubungkan benua dan samudra.
Selain Selat Hormuz, sejumlah rute laut lain menjadi jalur vital bagi pengiriman barang, energi, dan komoditas.
Gangguan pada jalur ini berpotensi memengaruhi harga global serta rantai pasok internasional.
Jalur-jalur ini tidak hanya mengangkut kapal kontainer dan tanker minyak, tetapi juga menjadi penghubung utama antara pasar Asia, Eropa, dan Amerika.
Dengan volume perdagangan besar yang melewati jalur-jalur ini setiap tahun, mereka menjadi fokus pengawasan badan maritim dan ekonomi dunia.
Selat Malaka — Rute Terpadat di Asia
Selat Malaka terletak antara Sumatra (Indonesia) dan Semenanjung Malaysia, menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut Cina Selatan.
Rute ini menjadi jalur utama bagi kapal kontainer, tanker minyak, dan kargo dari Asia Selatan dan Timur menuju Eropa dan Timur Tengah.
Data Badan Energi Internasional menunjukkan bahwa sekitar 23,7 juta barel per hari minyak mentah dan produk petroleumnya melewati selat ini, menjadikannya salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia.





