Kamis, 2 April 2026

Sejarah Minyak di Venezuela: Apa Itu PDVSA? Dari Privatisasi hingga Kontrol Negara Era Chávez–Maduro

Senin, 5 Januari 2026 - 18:16

PEMIMPIN VENEZUELA - Potret Nicolas Maduro dan Hugo Chavez, pemimpin Venezuela/ Kolase oleh Megapolitik.com

Chávez menaikkan royalti minyak dari 16,67 persen menjadi 30 persen dan meningkatkan pajak migas.

Tujuannya jelas: mengalihkan pendapatan minyak untuk program sosial dan memperkuat kontrol negara atas PDVSA.

Langkah ini menandai berakhirnya era otonomi korporasi PDVSA.

 

Pemogokan 2002–2003: PDVSA Dibersihkan Secara Politik

Konflik memuncak saat pemogokan nasional 2002–2003.

Manajemen PDVSA yang berseberangan dengan Chávez menghentikan produksi minyak.

Respons pemerintah brutal: sekitar 18.000–20.000 pegawai PDVSA dipecat, termasuk insinyur dan manajer senior.

Mereka digantikan oleh loyalis politik yang minim pengalaman teknis.

Sejak titik ini, PDVSA berubah dari perusahaan profesional menjadi instrumen kekuasaan negara.

Nasionalisasi Total Orinoco Belt Tahun 2007

Pada 2007, Chávez mengeluarkan dekrit nasionalisasi proyek minyak berat di Orinoco Belt.

Perusahaan asing seperti ExxonMobil dan ConocoPhillips dipaksa menyerahkan saham mayoritas kepada PDVSA atau angkat kaki.

Hasilnya, Venezuela memang menguasai cadangan minyak raksasa di atas kertas.

Namun investasi asing anjlok, teknologi hilang, dan gugatan arbitrase bermunculan.

Cadangan besar tidak otomatis berarti produksi besar.

Era Nicolás Maduro: Kontrol Negara, Produksi Ambruk

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink