4. Brasil
Brasil, negeri yang dijuluki Negeri Samba, telah enam kali melakukan redenominasi sepanjang sejarahnya.
Upaya pertama dilakukan pada 1986 dengan memangkas sejumlah nol dari mata uang nasional.
Meski begitu, langkah tersebut belum berhasil menstabilkan ekonomi.
Brasil kembali mencoba melakukan redenominasi lanjutan pada 1994.
Pada periode itu, pemerintah mengganti mata uang cruzeiro menjadi cruzado.
Namun bukannya menguat, nilai tukar cruzado justru semakin merosot terhadap dolar AS, hingga mencapai ribuan cruzado untuk setiap satu dolar.
Salah satu penyebab utama kegagalannya adalah inflasi yang tak terkendali, bahkan mencapai sekitar 500 persen per tahun, yang membuat upaya redenominasi tidak cukup kuat menahan gejolak ekonomi.
Di tengah kondisi hiperinflasi, Presiden Nicolás Maduro kemudian memangkas lima nol dari mata uang tersebut.
Sebelumnya, pada 2008, pendahulunya, Hugo Chávez, juga sempat menghapus tiga nol dari Bolívar, tetapi langkah itu pun gagal membendung laju hiperinflasi.
Kapan Redenominasi Mulai?
Proses redenominasi menuntut pembaruan pada sistem akuntansi, pencetakan uang baru, hingga penyesuaian sistem perbankan dan administrasi keuangan secara menyeluruh.
Meski rencana ini telah tercantum dalam dokumen strategis, Menteri Keuangan menegaskan bahwa pelaksanaan redenominasi tidak akan dilakukan dalam waktu dekat maupun tahun depan.
Kebijakan redenominasi ini juga memerlukan koordinasi intensif dengan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, guna memastikan seluruh aspek ekonomi dan sistem keuangan siap sebelum diterapkan.
(apr)





