Fenomena ini mirip dengan ketidakaktifan Rusia ketika al-Assad panik melarikan diri ke Moskow saat oposisi mengambil alih Suriah pada 2024.
Diskusi “Spheres of Interest” dan Aliansi Rusia-AS
Beberapa teori menyebut bahwa Trump dan Putin sudah melepaskan Maduro sejak KTT Anchorage, Alaska, Agustus lalu.
Menurut Nikolay Mitrokhin, peneliti Rusia dari Universitas Bremen, pembicaraan itu kemungkinan menyangkut pembatasan lingkup kepentingan global, termasuk Ukraina dan Greenland.
Kesepakatan ini bisa termasuk konsesi Trump terhadap Rusia di Ukraina demi pengembangan hidrokarbon di wilayah Arktik pasca perang, sementara AS menguasai Greenland.
Setelah ladang minyak Rusia habis, perusahaan AS juga diproyeksikan berperan dalam pengembangan Bazhenovska Svita, deposit minyak serpih terbesar di dunia di Siberia Barat, mengamankan pasokan energi dan membatasi pengaruh China.
Keamanan Pribadi Putin dan Risiko Internal
Selain pertimbangan geopolitik, Putin juga dinilai lebih memperhatikan keamanan pribadinya.
Ia dikenal paranoid terhadap kebocoran informasi dan pengkhianatan internal.
Penangkapan Maduro mengingatkan Putin bahwa ada risiko informasi disalurkan ke pihak asing, sehingga fokus utamanya kini adalah penguatan keamanan diri dan lingkaran internal Kremlin.
Analisis Galiya Ibragimova dari Carnegie Endowment menyebut bahwa pengalaman Maduro bisa memicu Putin mempertimbangkan langkah ekstrem, bahkan kemungkinan penculikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebagai tindakan balasan atau pencegahan strategis.





