Yenni menegaskan, inventarisasi fasilitas harus segera dilakukan agar perencanaan pembenahan dan pembangunan pendidikan bisa tepat sasaran.
Ia juga menekankan bahwa bukan hanya jembatan, tetapi ruang kelas dan gedung sekolah layak perlu diperbaiki untuk mendukung proses belajar mengajar.
Presiden Prabowo juga mendorong TNI–Polri dan mahasiswa teknik sipil untuk ikut terlibat dalam pembangunan fasilitas pendidikan, sehingga proses percepatan bisa berjalan efektif.
Yenni menilai arahan ini menjadi peluang strategis bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kaltim.
“Harapan saya, dari inventarisasi dan perbaikan fasilitas pendidikan ini, anak-anak Kaltim dapat mengakses pendidikan lebih mudah, mulai dari berangkat hingga pulang sekolah,” tegas politikus PKB ini.
Di akhir, Yenni menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk memastikan fasilitas pendidikan di Kaltim layak dan merata. (adv)





