MEGAPOLITIK.COM - Presiden Prabowo Subianto turut bicara soal kasus pemerasan sertifikasi yang menjerat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel.
Dalam pidatonya saat membuka Apkasi Otonomi Expo di ICE BSD, Tangerang, Kamis (28/8/2025), Prabowo mempertanyakan keputusan Noel yang justru merugikan dirinya sendiri dan keluarganya.
“Apakah tidak ingat istri dan anaknya? Kalau tangannya diborgol pakai baju oranye, apa tidak ingat anak dan istrinya?” ujar Prabowo.
Malu karena Noel Anggota Partai Gerindra
Prabowo mengaku malu dengan kasus yang menjerat Noel. Meski menegaskan bahwa Noel belum menjadi kader resmi Partai Gerindra, ia tetap merasa terseret nama partai.
“Dia anggota, belum kader. Kalau kader itu ikut pendidikan. Aduh dia enggak keburu ikut kaderisasi. Tapi tetap saya agak malu,” kata Prabowo.
Kasus Noel juga tercatat sebagai pertama kali anggota Kabinet Merah Putih ditangkap KPK di era pemerintahan Prabowo.
Kasihan tapi Tidak Bisa Dilindungi
Selain merasa malu, Prabowo juga menyebut Noel sebagai pribadi yang menarik, namun mungkin khilaf.
“Sebetulnya orangnya itu menarik, mungkin dia khilaf. Saya kasihan kadang-kadang, tapi apa boleh buat,” ujarnya.
Lebih jauh, Prabowo menegaskan bahwa ia tidak akan melindungi anggota partai yang terseret kasus korupsi. Pesan itu bahkan sudah disampaikan sejak sebelum ia dilantik menjadi presiden pada Oktober 2024 lalu.
“Saya sudah sering ingatkan menteri-menteri, jangan korupsi. PPATK lapor, Jaksa Agung lapor, saya sampaikan lagi. Tapi kadang-kadang ya khilaf manusia,” tandasnya.
Dua Bulan Dilantik, Terima Rp 3 Miliar
Diberitakan sebelumnya, tersangka kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Immanuel Ebenezer ternyata tak butuh waktu lama untuk mendapatkan dana segar Rp 3 Miliar dari pentolan atau konco-konco pegawai di kementerian tersebut.
Hanya butuh waktu dua bulan, Noel - sapaan Immanuel Ebenezer sudah menerima dana Rp 3 Miliar dari kasus pemerasan sertifikat K3 di Kemenaker.
Hal itu bisa dilacak dari proses awal ia dilantik oleh Presiden.
Immanuel Ebenezer dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan pada 21 Oktober 2024.
Kurang dari dua bulan setelahnya pada Desember 2024, Immanuel Ebenezer berdasarkan penjelasan KPK sudah menerima dana dari kasus pemerasan tersebut.
"Uang itu mengalir pada penyelenggara negara yaitu IEG (Immanuel Ebenezer) pada bulan Desember 2024," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Penerimaan sejumlah uang dari para tersangka kasus pemerasan inilah yang salah satunya turut membuat Immanuel Ebenezer menjadi 1 dari 11 tersangka yang sudah ditetapkan KPK dan kini menjalani penahanan sementara untuk 20 hari ke depan. (tam)