Cucun Memotong Pembicaraan
Belum selesai peserta tersebut menjelaskan, Cucun tiba-tiba menyela, menganggap penjelasan itu terlalu panjang.
Perdebatan kecil pun terjadi.
“Apakah boleh memberi satu solusi lagi?” tanya peserta itu.
“Itukah berkait profesi kamu, biar nggak panjang. Kamu bicara terlalu panjang. Yang lain kasihan. Cukup ya,” jawab Cucun memotong.
Meski peserta itu kembali meminta izin berbicara, Cucun tetap menolak dan memintanya duduk.
Peserta Disebut Arogan
Alih-alih menanggapi substansi masalah, Cucun justru menuding peserta itu bersikap arogan.
Ia kemudian menegaskan bahwa semua keputusan terkait ada atau tidaknya ahli gizi dalam program MBG berada di tangannya sebagai Wakil Ketua DPR.
“Saya nggak suka anak-anak muda arogan kayak ini. Mentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan negara, kalian bicara undang-undang. Membuat kebijakan itu (tugas) saya,” tegasnya.
Cucun bahkan menyatakan akan mengubah istilah “ahli gizi” dalam program MBG menjadi “tenaga yang menangani gizi” sehingga BGN tidak perlu lagi merekrut tenaga profesi gizi.
“Cocok nggak? Nanti saya akan selesaikan di DPR,” katanya.
Di hadapan peserta Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Cucun menyebut bahwa para ahli gizi tidak boleh bersikap arogan dan merasa paling memahami regulasi.
Ia kemudian mencontohkan bahwa untuk menjadi camat tidak harus dari STPDN, namun cukup memiliki pemahaman tentang pemerintahan.





