Kamis, 2 April 2026
Makan Bergizi Gratis

Pernyataan Lengkap Cucun Syamsurijal: MBG Tak Butuh Ahli Gizi dan Sindir Tak Suka Anak Muda Arogan

Video Rekaman Cucun Syamsurijal Viral dan Tuai Kritik

Selasa, 18 November 2025 - 17:13

MBG - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang sebut MBG tak butuh ahli gizi (Foto: Instagram @cucunsyamsurijal)

MEGAPOLITIK.COM - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membutuhkan peran ahli gizi dan menyebut bahwa tak suka anak muda yang bersikap arogan.

Ucapan tersebut Cucun Ahmad Syamsurijal lontarkan saat berbicara dalam Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tak butuh waktu lama, video rekaman Cucun Ahmad Syamsurijal menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang kritik dari warganet.

Awal Mula Kejadian

Situasi bermula ketika seorang peserta forum menyampaikan solusi terkait kesulitan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mencari tenaga ahli gizi, persoalan yang sebelumnya juga diungkapkan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam rapat bersama Komisi IX DPR pada Rabu (12/11/2025).

Peserta tersebut meminta agar bila SPPG nantinya merekrut pengawas tanpa latar belakang pendidikan gizi, sebaiknya mereka tidak menggunakan label “ahli gizi”.

“Jika tetap ingin merekrut dari non-gizi, mohon tidak memakai embel-embel ahli gizi,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Ia mengusulkan agar posisi tersebut cukup diberi jabatan pengawas produksi dan kualitas (QA/QC).

Peserta yang sama juga menyarankan agar BGN berkolaborasi dengan PERSAGI untuk memenuhi kebutuhan ahli gizi di tiap daerah, sekaligus mengingatkan risiko gizi yang tidak tepat bila tenaga yang dipilih bukan berlatar ilmu gizi.

“Solusi yang lain adalah BGN boleh berkolaborasi dengan organisasi profesi. Kita ini punya rumah, kita punya rumah yang sangat besar bernama PERSAGI, yaitu Persatuan Ahli Gizi Indonesia. Rumah yang sangat luas, rumah yang sangat besar, menaungi seluruh ahli gizi di Indonesia,” tutur peserta tersebut.

“Kalau misalkan memang BGN merekrut nongizi, apakah MBG ini tetap menjadi bergizi? Karena kita mengingat bahwa kegiatan ini bukan hanya memberi makanan, tapi di dalamnya juga ada edukasi dan juga ada surveillance gizi,” sambungnya.

Selain Persagi, ia turut menyebut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) sebagai organisasi profesi yang bisa diajak bekerja sama terkait dengan kebutuhan sanitasi.

“Saya juga ingin memberi saran terkait nanti misalkan Bapak/Ibu menambah profesi ahli sanitasi, tolong merangkul dan berkolaborasi dengan profesi HAKLI. Jadi, tolong jangan diacak-acak profesi kesehatan ini, gitu,” ucapnya lebih lanjut.

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink