Kamis, 2 April 2026

Pernah Dibongkar Hugo Chávez, Ini Alasan Amerika Serikat Incar Venezuela

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:20

TANGKAPAN LAYAR - Mantan Presiden Venezuela Hugo Chaves dalam salah satu wawancara/ IG @observerdiplomatmag

Ia mempertanyakan legitimasi moral Washington yang kerap menuding negara lain, sementara memiliki catatan panjang kekerasan dan intervensi militer.

“Mereka berbicara tentang terorisme, tapi dunia tahu berapa banyak negara yang telah hancur akibat kebijakan Amerika Serikat,” tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan Chávez sebagai kritik langsung terhadap standar ganda yang ia nilai kerap digunakan AS dalam hubungan internasional.

Relevansi dengan Situasi Venezuela Saat Ini

Pandangan Hugo Chávez tersebut dinilai masih relevan hingga kini, terutama di tengah tekanan politik, ekonomi, dan diplomatik Amerika Serikat terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro, penerus langsung Chávez.

Sejumlah analis menilai, konflik AS–Venezuela tidak bisa dilepaskan dari warisan Revolusi Bolivarian, yang sejak awal menempatkan kedaulatan sumber daya alam sebagai pilar utama kebijakan negara.

Dengan meningkatnya kembali eskalasi dan klaim-klaim terbaru terkait Venezuela, peringatan Chávez lebih dari satu dekade lalu kini kembali digaungkan: Venezuela bukan sekadar konflik politik, melainkan medan perebutan kepentingan global.

Siapa Hugo Chávez? 

Hugo Chávez menjabat sebagai Presiden Venezuela sejak 1999 hingga wafat pada 2013, sekaligus menjadi tokoh utama Revolusi Bolivarian.

Setelah Chávez meninggal dunia pada Maret 2013, Nicolás Maduro yang saat itu menjabat Wakil Presiden diangkat sebagai presiden sementara.

Maduro kemudian memenangkan pemilu dan resmi terpilih sebagai Presiden Venezuela.

Secara politik, Maduro dikenal sebagai penerus langsung Chávez yang melanjutkan ideologi Chavismo dan agenda Revolusi Bolivarian.

 

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink