MEGAPOLITIK.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali menjadi sorotan dunia.
Namun jauh sebelum konflik dan tekanan politik saat ini memuncak, Presiden Venezuela Hugo Chávez pernah secara terbuka membongkar alasan utama mengapa Amerika Serikat terus membidik negaranya.
Dalam sebuah wawancara pada 2009 dengan jurnalis Kolombia Vicky Dávila, Chávez menegaskan bahwa Venezuela bukan sekadar sasaran politik, melainkan target strategis Washington karena kekayaan sumber daya alamnya, terutama minyak.
Minyak Jadi Alasan Utama
Chávez menyebut bahwa cadangan minyak Venezuela yang sangat besar menjadi faktor utama di balik permusuhan Amerika Serikat. Menurutnya, kepentingan energi global membuat Washington tidak pernah benar-benar menerima Venezuela sebagai negara yang berdaulat penuh.
“Amerika Serikat tidak pernah peduli pada demokrasi kami. Mereka peduli pada minyak kami, pada sumber daya kami,” kata Chávez dalam wawancara tersebut.
Ia menilai, setiap kali Venezuela berupaya mengelola kekayaannya secara mandiri dan berpihak pada rakyat, tekanan dari Amerika Serikat justru semakin menguat.
Tuduhan Sejarah Intervensi di Amerika Latin
Dalam wawancara itu, Chávez juga menyinggung rekam jejak panjang Amerika Serikat dalam mencampuri urusan negara-negara Amerika Latin.
Ia menyebut Washington memiliki sejarah mendukung kudeta, penggulingan pemerintahan sah, hingga pembunuhan politik di kawasan tersebut.
“Sejarah Amerika Latin penuh dengan intervensi Amerika Serikat. Kudeta, pembunuhan, dan penghancuran demokrasi bukan hal baru,” ujar Chávez.
Menurutnya, Venezuela hanya menjadi bagian dari pola lama kebijakan luar negeri AS yang menolak negara-negara berkembang bersikap independen.
Tantang Narasi Terorisme Amerika Serikat
Chávez juga secara terbuka menantang narasi Amerika Serikat soal terorisme global.





