Ia menyelesaikan pendidikan formal di berbagai sekolah di luar negeri dan Indonesia sebelum menempuh pendidikan militer.
Prabowo masuk Akademi Militer (Akmil) di Magelang dan lulus pada tahun 1974, yang menjadi awal kariernya sebagai perwira TNI AD.
Sebelum itu, ia juga menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di sejumlah sekolah internasional seperti di Singapura, Hong Kong, Kuala Lumpur, dan London selama masa kecil dan remajanya.
Selain pendidikan formal, Prabowo mengikuti berbagai pelatihan militer lanjutan di dalam dan luar negeri, termasuk kursus infanteri, komando, dan spesialisasi militer lainnya.
Pendidikan militer ini serta pengalaman di unit elite menjadi landasan kuat baginya sebelum beralih ke dunia politik, mendirikan Partai Gerindra, dan kemudian menjadi Presiden Republik Indonesia.
Pendidikan dalam Konteks Politik Nasional
Perbedaan latar pendidikan ketua partai besar ini mencerminkan keragaman jalur menuju puncak kepemimpinan politik di Indonesia.
Megawati menunjukkan bahwa pengalaman politik langsung dan aktivitas organisasi dapat menjadi modal penting meskipun pendidikan tinggi formal tidak tuntas.
Bahlil berangkat dari jalur pendidikan formal dan terus meningkat hingga jenjang doktoral, sekaligus menyeimbangkan latar akademik dengan pengalaman profesional dan bisnis.
Sementara itu, Prabowo membawa pendidikan militer yang kuat dan pengalaman global pada masa kecilnya sebagai modal awal dalam karier politik dan kepemimpinan nasional. (daf)





